Senin, November 28

Inilah Kisah Cinta Paling Romantis. Mau Tau Kisahnya?

Inilah Kisah Cinta Paling Romantis. Mau Tau Kisahnya?
Inilah Kisah Cinta Paling Romantis. Kisah Cinta Para Pejuang

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn 'Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka'bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu

"Allah mengujiku rupanya", begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti 'Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara 'Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; 'Utsman, 'Abdurrahman ibn 'Auf, Thalhah, Zubair, Sa'd ibn Abi Waqqash, Mush'ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti 'Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, 'Abdullah ibn Mas'ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan 'Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

'Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. "Inilah persaudaraan dan cinta", gumam 'Ali.

"Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku."

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

'Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. 'Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah 'Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya 'Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, 'Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, "Aku datang bersama Abu Bakar dan 'Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan 'Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan 'Umar.."

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana 'Umar melakukannya. 'Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

'Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka'bah. "Wahai Quraisy", katanya. "Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang 'Umar di balik bukit ini!" 'Umar adalah lelaki pemberani. 'Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. 'Umar jauh lebih layak. Dan 'Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti
Ia mengambil kesempatan
Itulah keberanian
Atau mempersilakan
Yang ini pengorbanan

Maka 'Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran 'Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti 'Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi'kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya 'Abdurrahman ibn 'Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa'd ibn Mu'adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn 'Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

"Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?", kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. "Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. "

"Aku?", tanyanya tak yakin.

"Ya. Engkau wahai saudaraku!"

"Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?"

"Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!"

'Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

"Engkau pemuda sejati wahai 'Ali!", begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, "Ahlan wa sahlan!" Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

"Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?"

"Entahlah.."

"Apa maksudmu?"

"Menurut kalian apakah 'Ahlan wa Sahlan' berarti sebuah jawaban!"

"Dasar tolol! Tolol!", kata mereka,

"Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !"

Dan 'Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, 'Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

'Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, "Laa fatan illa 'Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!" Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti 'Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada 'Ali, "Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda"

'Ali terkejut dan berkata, "kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?"

Sambil tersenyum Fathimah berkata, "Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu" ini merupakan sisi ROMANTIS dari hubungan mereka berdua.

Kemudian Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut."

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:

"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak." (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4)


Kisah Romantis ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul "Mencintai sejantan 'Ali"

5 Prinsip Hidup yang Bisa Membuat Anda Selalu Tenang dalam Menjalani Kehidupan

5 Prinsip Hidup yang Bisa Membuat Anda Selalu Tenang dalam Menjalani Kehidupan
5 Prinsip Hidup yang Bisa Membuat Anda Selalu Tenang dalam Menjalani Kehidupan

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai".
"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

"Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu

Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."
"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.

Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.

Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.

Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.

Wow!!....10 Orang Muda ini Raih Gelar Doktor Sebelum Usia 30 Tahun. Inilah Profilenya

Wow!!....10 Orang Muda ini Raih Gelar Doktor Sebelum Usia 30 Tahun. Inilah Profilenya
Wow!!....10 Orang Muda ini Raih Gelar Doktor Sebelum Usia 30 Tahun. Inilah Profilenya

Usia di bawah 30 tahun adalah masa jaya seseorang. Kita bisa bepergian kemana saja, melakukan apa pun, bekerja sekeras-kerasnya, termasuk menuntut ilmu sejadi-jadinya untuk meraih impian dan cita-cita.

Berikut ini 10 anak muda Indonesia di bawah 30 tahun yang menjelajahi kampus-kampus terkenal untuk menimba ilmu dan meraih gelar doktor serta profesor. Mereka bekerja keras mencari beasiswa, membuat penelitian yang berdampak pada dunia. Namun, satu hal, mereka tetap cinta Indonesia dan berbakti untuk negeri. Karena, bagi mereka, sejauh-jauh kamu pergi, kamu tetap orang Indonesia.

Inilah orang muda yang oke banget tersebut:

1. Emil Dardak, Menjadi Doktor Termuda di Jepang Saat Usianya Masih 22 Tahun

Di fase awal karirnya, pada usia belia 20 tahun, Emil Dardak yang telah meraih gelar pascasarjana dari Jepang, telah menjadi panelis pada Asia Pacific Experts’ Meeting for Infrastructure Development yang diselenggarakan di Malaysia pada tahun 2004, Emil meraih gelar Doktor termuda di Jepang dari Ritsumeikan Asia Pacific University dengan konsentrasi riset di bidang infrastruktur dan pengembangan ekonomi wilayah. Dia juga menjadi peserta termuda diExecutive Education Programme di University of Oxford, United Kingdom bersama para senior project managers setingkat Direktur dan Head/Senior VP yang terpilih dari seluruh dunia untuk mengembangkan disiplin ilmuMajor Programme Management.
2. Cindy Priadi di usia 26 tahun, ia berhasil menamatkan studi doktoralnya di Universitas Paris-Sud 11, Perancis.

Dalam menempuh S-3, program studi Geokimia Lingkungan seluruh biaya penelitian dan biaya hidup Cindy ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Perancis dan lembaga penelitian tersebut. Tesis S-2 nya dijadikan proyek resmi oleh sebuah badan penelitian di Perancis sehingga mendapatkan pendanaan selama tiga tahun untuk penelitiannya. Yang membiayai penelitian tersebut adalah pengelola Sungai Seine atau semacam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia. Mereka tertarik dengan penelitian Cindy karena ingin mengetahui kadar air di sungai tersebut serta untuk keperluan membuat instalasi dan pengelolaan air sungai dalam jangka panjang.

3. Arief Setiawan (25 Tahun), pemuda asli Semarang ini sudah mendapatkan gelar Doktor dari Tokushima University Jepang.

Gelar sebagai doktor bidang teknik termuda itu disematkan oleh MURI kepadanya. Salah satu kunci kenapa Arief bisa meraih gelar doktor semuda itu karena ia mengikuti kelas akselerasi semasa sekolah SMP dan SMA. Usia 15 tahun, ia sudah lulus dari SMA 3 Yogyakarta. Langkah masa depannya ia tujukan ke Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM). Pendidikan di UGM pun ia tempuh lebih cepat dari umumnya, hanya 3 tahun 9 bulan. Ia lulus dari UGM sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,93 di usia 19 tahun. Ia selalu berusaha membuktikan bisa menjadi yang terbaik.

4. Prof. Nelson Tansu, Ph.D, Meraih gelar Doktor saat usia 25 tahun, tak lama berselang meraih gelar Profesornya. Dan menjadi Profesor termuda di Amerika.

Saat ini Prof. Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania dan mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3) dan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila

5. Ariawan Gunadi, Usia 29 Tahun meraih gelar Doktor Hukum di Universitas Indonesia (UI)

Sulung dari 3 bersaudara kelahiran Jakarta, 19 Maret 1985 selepas SMA, sudah mulai mencari uang dengan mengajar bahasa Inggris. Dari situlah ia membiayai kuliah dan mencari beasiswa. Disertasinya di Universitas Indonesia yang berjudul Perjanjian Perdagangan Bebas Dalam Era Liberalisasi Perdagangan Studi Mengenai ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang diikuti oleh Indonesia.

6. Andy Octavian Latief, Ph.D, Meraih gelar Doktor saat usia 25 Tahun di Maryland University Amerika Serikat.

Pemuda jenius yang pernah meraih medali emas Olimpiade Fisika Internasional. Bukan hanya dari dalam negeri, kampus dari luar negeri, seperti kampus-kampus terkemuka di Asia, Australia, Eropa dan Amerika, bahkan kampus tempat dia belajar sekarang (Maryland University, Red) juga telah menawarkan kontrak kerja pada lelaki berkacamata ini.

7. Johny Setiawan Doktor muda Indonesia Penemu Lebih Dari 10 Planet Baru. Menyelesaikan S-3 saat usia masih 25 Tahun.

Dr rer nat Johny Setiawan adalah astronom asal Indonesia yang bekerja sebagai peneliti di Departemen Pembentukan Bintang dan Planet, Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman. Selama tujuh tahun berkarya sebagai peneliti sejak tahun 2003, astronom yang menjuluki dirinya “astronom gokil” ini telah menemukan 15 planet ekstrasurya alias planet-planet di luar tata surya kita.

8. Pandji Prawisudha, S3 Department of Environmental Science Tokyo Institute of Technology Japan , Tokyo.

Samurai Merah Putih yang satu ini, Beliau adalah seorang lulusan S3 di Tokyo Institute of Technology, dan hingga Maret 2013 menjabat sebagai Asisten profesor di tempat yang sama. Sedikit sulit mendapatkan info detail mengenai Doktor Pandji ini.

9. Prof. Agus Pulung Sasmito, Menjadi Profesor di Mc-Gill University, Kanada. Dia menyelesaikan gelar Doktor pada usia 26 Tahun.

Agus meraih gelar S-3 di National University of Singapore (NUS) jurusan Teknik Mesin melalui program direct PhD (langsung dari S-1 ke S-3, tanpa melalui S-2) setelah mendapatkan beasiswa dari ASEAN University Network (AUN/SEED-Net) & NUS Research Scholarship.

10. Nur Asiah Aprianti, Phd meraih gelar Doktoral Nuclear Engineering pada usia 27 tahun di Kyushu University, Fukuoka-Shi

S-1 nya ditempuh di Institut Teknik Bandung, dan melanjutkan di kampus yang sama S-2 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Nur akhirnya menerima beasiswa ke Jepang dan melanjutkan sekolahnya dengan menekuni bidang Nuklir.

Jadi bagi kamu yang masih dibawah 30 tahun, jangan sia-siakan sisa usia. Lakukan sesuatu untuk Indonesia dan dunia. (NY/Lakoka)

Baca juga : 

Inilah 3 Amal Yang Bisa Mengubah Takdir Buruk

Inilah 3 Amal Yang Bisa Mengubah Takdir Buruk
Inilah 3 Amal Yang Bisa Mengubah Takdir Buruk

Ketahuilah bahwa amal bisa mengubah takdir buruk atau ketentuan yang telah Allah tetapkan untuk kita. Banyak yang sudah mengalami ketika seseorang melakukan amal kebaikan, maka takdirnya yang bersifat buruk akan langsung dihapus dan diganti dengan yang lebih baik.


Adapun tentang penentuan takdir, telah Allah tetapkan ketika manusia masih di dalam rahim ibunya. Dan keterangan yang memuatnya terdapat dalam Al Hadist.


“Sesungguhnya seorang manusia itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nutfah (mani), 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan yaitu rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya dan sengsara atau bahagianya.” (HR Bukhari Muslim)



Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangatlah berkasih sayang kepada hambaNya. Meski telah menetapkan takdir sejak dalam kandungan, namun Allah masih memberikan kesempatan kepada hambaNya untuk mengubahnya dengan atas izin Allah sendiri.



Berikut adalah amalan yang dapat mengubah takdir buruk sehingga datanglah takdir yang baik.



1. Amal Kebaikan



Rasulullah telah memberikan penjelasan kepada kita semua bagaimana sebuah amal baik bisa mengubah takdir yang tidak kita inginkan.



“Beramallah kamu sekalian, karena beramal (berbuat baik atau beribadah) akan mengubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya kepadamu.” (HR Bukhari Muslim)

“Tiada yang dapat menambah umur seseorang, selain kebaikan.” (HR Ahmad dan Thabrani)


Lihatlah bagaimana Rasulullah sendiri memberitahu kepada kita bahwa selain menetapkan takdir yang baik, Allah juga menetapkan takdir yang buruk. Akan tetapi apabila kita beribadah dan melakukan berbagai kebaikan Lillahi Ta’ala, maka takdir yang buruk tersebut akan Allah rubah sesuai dengan kehendakNya. Bahkan umur yang sudah ditetapkan pun bisa diperpanjang ketika kita melakukan amal kebaikan.


2. Sedekah



Salah satu cabang dari ibadah yang banyak mengandung kebaikan serta keajaiban adalah sedekah. Banyak kisah-kisah yang memperlihatkan bagaimana dengan sedekah, seseorang yang susah bisa sejahtera. Dengan sedekah pula orang yang dilanda kesulitan akan mendapatkan kemudahan dan dengan sedekah, musibah yang harusnya menimpa bisa tertolak.



Ustadz Yusuf Mansyur salah satu da’i yang menggiatkan umat muslim untuk senantiasa bersedekah setiap harinya. Bahkan beliau menantang keyakinan kita kepada Allah dengan menyedekahkan seluruh harta yang dimiliki.



Hal ini sebelumnya memang telah diberitakan oleh Rasulullah dalam hadistnya.



“Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan kemarahan Allah dan menolak ketentuan yang buruk.” (HR tirmidzi)



“Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak pernah mendahului sedekah.” (HR Thabrani)

“Sesungguhnya sedekah dan silturahmi itu dapat menambah umur dan menolak ketentuan buruk yang tidak disukai dan ingin dijauhi.” (HR Abu Ya’la)



3. Doa



Doa merupakan senjata seorang muslim karena didalamnya kita bisa memohon berbagai macam kebutuhan dan keinginan. Bahkan dengan doa pula, ketentuan atau takdir Allah yang buruk bisa dihilangkan dan diganti dengan kebaikan.



“Tiada yang bisa menolak takdir Allah, kecuali doa.” (HR Tirmidzi, Hakim, Ahmad dan Ibnu Majah)


Demikian 3 amalan yang bisa mengubah takdir buruk yang akan menimpa diri kita serta menggantinya dengan kebaikan. Semoga kita diberi keyakinan untuk tetap beristiqamah melaksanakan ketiga hal tersebut sehingga Allah pun memberikan hanya yang terbaik dalam kehidupan kita.

Baca juga : Inilah 4 Keutamaan Membaca Surat Al Mulk Jika Di Baca Sebelum Tidur. Orang Islam Harus Tau Ini

Inilah 4 Keutamaan Membaca Surat Al Mulk Jika Di Baca Sebelum Tidur. Orang Islam Harus Tau Ini

Inilah 4 Keutamaan Membaca Surat Al Mulk Jika Di Baca Sebelum Tidur. Orang Islam Harus Tau Ini
Inilah 4 Keutamaan Membaca Surat Al Mulk Jika Di Baca Sebelum Tidur. Orang Islam Harus Tau Ini

Alquran merupakan salah satu bukti kebesaran Allah SWT yang diturunkan melalui Rasulullah SAW. Kitab suci umat Islam ini berisikan petunjuk-petunjuk bagi kehidupan manusia bukan hanya di dunia namun juga di akhirat. Termasuk di dalamnya surat Al-Mulk, yaitu sebuah surat ke-67 dan terdiri dari 30 ayat. Surat yang terletak pada juz ke-29 ini memiliki banyak keutamaan. Hal inilah yang menyebabkan Rasulullah SAW senantiasa mengamalkannya sebelum beliau tidur.


Terdapat 4 keutamaan yang bisa kita peroleh bila merutinkan membaca surat Al-Mulk sebelum tidur. Salah satunya terhindar dari siksa kubur. Sungguh sangat luar biasa bukan ? Penasaran apa saja keutamaan lainnya yang tidak kalah dahsyatnya ? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Terhindar dari siksa kubur

Keutamaan pertama yang bisa didapatkan bila rutin mengamalkan surat Al-Mulk sebelum tidur adalah terhindar dari siksa kubur. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW bahwa siapa saja yang mengamalkan Al-Mulk, maka Allah akan menghalanginya dari siska kubur. 

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat hadits disebutkan bahwa, "Telah menceritakan pada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdil Karim, ia berkata, telah menceritakan pada kami Muhammad bin ‘Ubaidillah Abu Tsabit Al Madini, ia berkata, telah menceritakan pada kami Ibnu Abi Hazim, dari Suhail bin Abi Sholih, dari ‘Arfajah bin ‘Abdul Wahid, dari ‘Ashim bin Abin Nujud, dari Zarr, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dalam Al Kabir 6/179 dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)."

2. Diampuni dosanya

Keutamaan kedua yang bisa didapatkan adalah diampuni dosa-dosanya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits tersebut shohih dan telah di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, sedangkan at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya)."

Kemudian Anas bin Malik pun mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits tersebut shohih dan telah di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, sedangkan at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya)."

3. Menjauhkan diri dari maksiat

Kemudian keutamaan ketiga yang bisa didapatkan adalah menjauhkan diri dari kegiatan maksiat. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu ayat bahwasanya orang yang taat kepada Allah SWT ialah orang yang tetap taat sekalipum tidak ada orang yang melihatnya. 

“Mereka itu takut pada Allah di kesunyian ketika mereka tidak nampak di hadapan manusia lainnya. Mereka pun taat pada Allah dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Tentu saja dalam keadaan terang-terangan, mereka pun lebih taat lagi pada Allah” ( QS Al Mulk : 12 )

4. Menjadikan diri sebagai orang yang bertawakal

Keutamaan terakhir yang bisa didapatkan ialah m enjadikan diri sebagai orang yang bertawakal. Tawakal bukan berarti hanya berserah diri kepada Allah SWT, namun diiringi dengan bekerja dan usaha. Hal ini terdapat dalam surat Al Mulk ayat 15.

Sebagaimana disebutkan bahwa Allah SWT berfirman bahwa, “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya.” (QS. Al Mulk: 15)."

Demikianlah 4 ulasan mengenai keutamaan mengamalkan surat Al-Mulk sebelum tidur. Namun perlu diingat bahwa keutamaan ini bisa diperoleh jika tekun dan rajin setiap hari terutama diwaktu malam menjelang tidur. Semoga dengan mengetahui hal ini kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amiin

Baca juga :Ketika Air Mata Baginda Rasulullah SAW Mengalir. Anda Muslim? Harus Tau Kisah Ini

Amazing!!.....Penjual Pisang Goreng Yang Cantik Ini Bisa Beli 3 Mobil Mewah. Inilah Ceritanya

Amazing!!.....Penjual Pisang Goreng Yang Cantik Ini Bisa Beli 3 Mobil Mewah. Inilah Ceritanya
Amazing!!.....Penjual Pisang Goreng Yang Cantik Ini Bisa Beli 3 Mobil Mewah. Inilah Ceritanya


Belasan Tahun Jualan Kue

Saya ingin berbagi sedikit tentang perjalanan hidup yang dimulai dari zero. Saya tidak datang dari golongan orang kaya dan itu tidak mudah bagi saya untuk menikmati apa yang saya punya sekarang. Ayah saya telah meninggal sewaktu saya dan adik-adik masih kecil. Ibu sayalah yang banting tulang menjaga saya dan adik-adik.

Saya mulai mencari uang sampingan saat umur belasan tahun, tepatnya ketika masih SMP. Di antara usaha saya waktu itu adalah melayani 'rebonding' rambut setiap pulang sekolah. Saya menjalankannya di rumah saja dan ibulah yang mengeluarkan modal untuk membeli barang perlengkapan.

Saya juga pernah bantu tetangga dekat rumah saya jualan pisang goreng ketika pembantunya tak datang. Saya tak pernah malu untuk melakukan pekerjaan apa pun meskipun bukan pekerjaan 'glamour', asalkan rezeki itu halal.

Ibu saya tak pernah sekali pun menyuruh saya mencari uang sendiri, tetapi dia juga tidak mencegah. Saya mencari uang sampingan bukan karena saya hidup susah saja, tetapi untuk membeli barang kebutuhan saya dan juga disebabkan minat yang mendalam dalam bisnis.

Setelah tamat SMA, saya kerja berjualan jus buah-buahan di depan sekolah sambil menunggu panggilan untuk kuliah. Saya mendapat tawaran dari UITM di jurusan Electrical Engineering (Electronic) tetapi terpaksa ditolak sebab saya lebih tertarik jurusan Quantity Surveying di sebuah perguruan tinggi swasta. Belanja di sekitar rumah tidaklah murah, saya mulai aktif berdagang secara online sebagai dropship saja.

Jualan Online dari Kampus

Pada tahun 2010, satu-satunya mobil keluarga saya yaitu mobil Kancil telah 'total lost' akibat kecelakaan. Ibarat patah kaki, ingin kemana-mana pun susah. Ibu saya menggunakan uang simpanannya untuk membeli tunai sebuah mobil bekas tapi ditipu temannya. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Akhirnya ibu saya mampu membeli mobil Saga lama dengan harga 2-3 ribu ringgit kalau tak salah. Mobil itu agak buruk, atapnya bocor pula. Bila hujan, air akan menitik masuk dalam mobil. AC-nya juga tidak berfungsi. Tiap kali hujan kaca mobil akan beruap, terpaksa lap menggunakan tangan dari sebelah dalam.

Tapi satu saja yang saya salut pada ibu, dia tak pernah mengeluh walau sekali. Selalu tenang dan tersenyum. Tapi hati anak mana yang tidak sedih melihat keadaan itu. Tambahan pula waktu itu saya masih kuliah, memang sangat sedih teringat keadaan ibu dan adik-adik di desa. Hampir setiap malam mengalir air mata.

Saat itu itulah titik balik saya, saya benar-benar bertekad untuk mengubah hidup keluarga. Saya ingin cukup saya saja yang merasa susah asalkan adik-adik saya senang. Pada usia saya awal 20-an, saya habis-habisan mencari uang. Menjadi dropship memberikan banyak ruang dan kesempatan untuk saya. Saya tak perlu keluarkan modal, mengepak dan mengirim barang.

Hanya perlu promosi dan memperlakukan pembeli dengan baik saja. Risiko juga rendah dan sangat cocok untuk yang baru ingin berbisnis online. Tapi saya tipe orang yang tak suka berada di tempat yang sama, saya selalu cari cara untuk upgrade setiap apa yang saya buat.

Saya mulai keluarkan modal untuk mengambil stok supaya untung lebih besar dan lebih mudah bagi saya untuk 'cash on delivery' (COD) dengan pembeli. Setiap malam, saya sampai kurang tidur untuk melayani pembeli. Hampir setiap hari kena antrian panjang meski untung yang saya dapat tak seberapa. Rumah yang saya sewa penuh dengan stok yang saya borong sedikit demi sedikit.

Agen `Modal Dengkul`

Tamat kuliah saya buka toko kecil pertama saya. Berbagai barang saya jual antaranya pakaian, produk kecantikan, dan juga dessert yang saya buat sendiri. Dari menjadi agent saja saya menjadi stokis berbekal keuntungan yang saya kumpulkan.

Bagi saya, kalau ingin sukses dalam bisnis harus berani ambik risiko. Dari modal serendah 100, meningkat menjadi 200, 400 dan mencapai ribuan ringgit ketika saya mulai menjadi stokis untuk beberapa produk. Siang hari saya jaga toko dan mengepak barang untuk dikirim. Saat malam saya menggunakan WhatsApp melayani pembeli dan menyiapkan pesanan kue dan biskuit. Hampir setiap malam saya tidur pukul 3-4 pagi dan kadang-kadang sampai subuh. Maklumlah oven saya kecil saja, sekali bakar hanya dapat dua loyang biskuit.

Pada bulan puasa  saya mengambil kesempatan membuka gerai di depan toko saya. Kebetulan di depan toko ada mini bazaar ramadhan setiap tahun. Permintaan biskuit juga meningkat pada masa itu sampai di malam raya saya tak tidur sampai ke pagi raya menyiapkan pemesanan.

Setelah mandi saya terus kirim kue ke para pembeli yang ada. Saya bersyukur saya pandai mengambil kesempatan yang ada di depan mata dan membuat keputusan cepat. Meskipun penat dan pegal-pegal badan akibat kerja tanpa henti tapi saya tak pernah mengeluh dan merasa puas bila apa yang saya buat mendapat sambutan. Semuanya saya buat seorang diri, sayalah kulinya, sayalah bosnya.

Bisnis saya semakin lama semakin maju dan saya sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Pada suatu hari saya bertekad untuk membuat produk kolagen sendiri. Meskipun saya susah, tapi sudah jadi fitrah wania memang menyukai keindahan.

Saya ingin terlihat cantik dan membantu wanita lain untuk terlihat cantik. Memang inilah impian saya sejak kecil yang tak disangka menjadi kenyataan. Saya banyak dibantu oleh kekasih hati saya yang sekarang sudah jadi suami saya. Dialah yang menjadi tulang punggung dan banyak menyumbangkan tenaga serta buah pikiran untuk memajukan bisnis kami.

Berkat usaha kami Alhamdulillah produk kami yaitu semakin dikenal. Bukan dikenal karena iklan dan marketingnya tetapi dikenal karena ribuan testimoni yang berhasil mendapatkan manfaat dari produk kolagen kami.

Mobil Rongsok Berganti Range Rover

Siapa sangka dari anak kampung yang dulu hidupnya susah, pernah naik mobil berlubang sana sini dan atap mobil bocor, kini mampu memiliki 3 buah mobil yaitu Range Rover Evoque, Audi dan Myvi saat usia masih 24 tahun.

Kalau dulu saya menjadi kulinya, saya sekarang menjadi bos yang mampu mempekerjakan banyak karyawan untuk memudahkan urusan saya. Toko saya yang dulunya sempit dan kecil sekarang sudah menjadi lebih nyaman dan luas. Hidup saya sekarang berubah hampir 360 derajat! Tak pernah menyangka usaha saya selama ini akan membuahkan hasil.

Saya dulu dibenci kini dipuji. Yang dulu menjauh kini datang mendekat. Alhamdulillah syukur, dari zero kini nilai penjualan bulanan saya mencapai 6 digit. Tidak ada niat sedikit pun untuk riak dan takabur. Tapi saya harap dengan pengalaman saya ini mampu memberi semangat dan inspirasi kepada mereka yang hidup susah seperti saya dahulu.

Tidak ada yang mustahil jika kita sanggup berusaha. Jangan pernah malu untuk mengubah hidup, bahkan meski ada yang menyindir dan mengejek. Kesenangan takkan datang dengan sendirinya tanpa usaha.

Kalau jatuh sekali pun jangan takut untuk kembali bangun. Walau diuji berkali-kali, hadapilah dengan tabah. InsyaAllah yang pahit itu akan ada manisnya nanti.

Baca juga :Luar Biasa !!..... Dari Buruh Pabrik Miskin Menjadi Wanita Terkaya. Inilah Yang Dilakukannya

Minggu, November 27

Ketika Air Mata Baginda Rasulullah SAW Mengalir. Anda Muslim? Harus Tau Kisah Ini

Ketika Air Mata Baginda Rasulullah SAW Mengalir. Anda Muslim? Harus Tau Kisah Ini
Makam Rasulullah SAW

Mari kita simak sebuah kisah yang sangat mengharukan... dan mungkin akan membuat kita menitikkan air mata....
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik alaaa Rosuulillah wa salim 'alaihi
subhanallaaaah....
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

lalu pengorbanan apa yang bisa kita berikan pada beliau?????

Tolong jangan di abaikan begitu saja artikel ini


KLIK 'BAGIKAN' AGAR YANG LAIN IKUT TERINPIRASI

Baca juga : Allahu Akbar !!!.....Inilah Adzan Terakhir Yang Menggetarkan Yang Membuat Kota Madinah Banjir Air Mata. Mau Tau?