Rabu, April 19

Astaghfirulloh!!!...Tega banget, nenek renta penjual bensin ini suka diusili orang. Bantu share, agar terbaca orang yg usili si nenek dan mereka bertobat

Astaghfirulloh!!!...Tega banget, nenek renta penjual bensin ini suka diusili orang. Bantu share, agar terbaca orang yg usili si nenek dan mereka bertobat
Astaghfirulloh!!!...Tega banget, nenek renta penjual bensin ini suka diusili orang. Bantu share, agar terbaca orang yg usili si nenek dan mereka bertobat

Beberapa foto seorang nenek renta diunggah oleh seorang netter dengan akun atas nama Indra di sebuah group komunitas facebook (info cegatan jogja) pada Jumat (24/02/2017).  

Dalam foto tersebut terlihat sebuah pemandangan mengharukan, seorang Nenek yang tengah menjaga sebuah warung kecil yang menjual bensin. Kondisi bangunan warung tersebut terlihat hampir roboh.

Baca juga : Mengharukan!!... Tanpa Sanak Saudara Bocah 3 Tahun Ini Tabah Merawat Ibunya Seorang Diri. Ribuan Orang Menangis Baca Kisah Ini


Dikutip dari keterangan foto yang dicantumkan oleh Indra, diketahui Nenek ini bernama Kemi. Di usianya yang sudah senja, dengan kondisi tubuhnya yang membungkuk , Nenek Kemi terlihat susah payah untuk berjalan. Namun semangatnya untuk mencari nafkah demi menyambung hidup harus terus Ia jalani. 

Nenek Kemi berjualan bensin dan minuman di sekitar Jalan Parangtritis km 13,5 patalan, Dusun Kadilobo, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul. Ia biasa terlihat membawa barang dagangannya yang baru dibeli menggunakan kursi roda .




"Nenek itu juga membeli barang daganganya berjalan kaki dengan membawa kursi roda untuk membawa barang daganganya" tulis Indra.


Sehari-hari Nenek Kemi tinggal disebuah gubuk reot yang terletak di belakang warungnya tersebut. 

Indra juga menceritakan, jika ada saja orang-orang yang suka menjahili Nenek Kemi yang kondisinya sudah sepuh tersebut. Nenek Kemi pernah dibayar menggunakan uang palsu oleh seseorang yang membeli bensin padanya.

Baca juga : Inilah Makan Malam Terakhir Bersama Ibu, Sungguh Sangat Mengharukan. Ribuan Orang Menangis Membaca Kisah Ini


"Dengar cerita teman yang tinggal 1 desa,nenek itu juga pernah di tipu ada orang yang tega membeli memakai uang palsu" tulis Indra.


Berikut postingan yng diunggah Indra:


"Cuma sekedar berbagi cerita,tiap hari setiap berangkat kerja saya selalu melihat nenek nenek itu membawa barang dagangnya dengan mengunakan kursi roda karena dengan faktor usia yang sangat tua,nenek itu tinggal sendiri di belakang tempat dia berjualan,nenek itu juga membeli barang daganganya berjalan kaki dengan membawa kursi roda untuk membawa barang daganganya,dengar cerita teman yang tinggal 1 desa, nenek itu juga pernah di tipu ada orang yang tega membeli memakai uang palsu,perjuangan nenek itu memang luar biasa dengan usia yang sudah tua misal saudara saudara melewati tempat nenek itu silahkan mampir dilarisi entah membeli aqua,rokok,bensin meskipun tidak seberapa sudah menambah penghasilan dan membuat hati senang nenek itu untuk tetap lebih semangat menjalani hidupnya.nenek itu berjualan tepatnya jalan paris smp 3 jetis patalan utaranya ada jalan masuk ke timur kurang lebih 200 meter selatan jalan. Buka jam 07.00 sampai jam 16.30 semoga nenek itu slalu di berikan kekuatan,kesehatan AMIN"

Baca juga : Ketika Seorang Pemulung Membelikan Kue Ulang Tahun untuk Istrinya ''Siapapun Yang Membacanya Pasti Menangis Bahagia''


MASYA ALLAH..Jika ANDA Masih Punya Hati Nurani, Mohon Bantu BAGIKAN!!! Kisah Nyata Yang Mengharukan, Wanita Gendong Suami yang Sedang Sakit Ini, Gerakkan Hati Ribuan Netizen, Begini Ceritanya..

MASYA ALLAH..Jika ANDA Masih Punya Hati Nurani, Mohon Bantu BAGIKAN!!! Kisah Nyata Yang Mengharukan, Wanita Gendong Suami yang Sedang Sakit Ini, Gerakkan Hati Ribuan Netizen, Begini Ceritanya..
MASYA ALLAH..Jika ANDA Masih Punya Hati Nurani, Mohon Bantu BAGIKAN!!! Kisah Nyata Yang Mengharukan, Wanita Gendong Suami yang Sedang Sakit Ini, Gerakkan Hati Ribuan Netizen, Begini Ceritanya..

Kisah menyentuh dari seorang wanita bernama Ganeshayu Roesmayanti ini dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Icha Rie Sa.

Semenjak diposting pada 21 Oktober 2016 kemarin, postingan tersebut langsung saja menjadi viral.

Hingga tulisan ini dibuat, tulisan tersebut telah dibagikan sebanyak 13.396 kali.

Pantaslah jika postingan itu menarik perhatian netizen, pasalnya Icha mengunggah sebuah cerita yang disertai dengan foto-foto menyentuh hati.

Dalam foto yang diunggah oleh Icha, tampak seorang wanita tengah menggendong seorang pria.
Pria tersebut tak lain adalah suaminya sendiri.


Baca juga : Inilah Makan Malam Terakhir Bersama Ibu, Sungguh Sangat Mengharukan. Ribuan Orang Menangis Membaca Kisah Ini

Postingan bikin haru
Pria itu tampak tergolek lemah di dekapan istrinya.
Sebuah selang terlihat ada di hidungnya.
Ternyata ia menderita sebuah penyakit sehingga tak mampu berjalan sendiri.

Sang istri pun dengan setia menggendong suaminya tersebut dengan membopongnya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Berikut adalah kisah yang dituturkan oleh Icha :
Bismillaah ..
Yuk kita bantu


Dia (wanita yang menggendong suaminya) adalah Ganeshayu Roesmayantii, sahabatku sewaktu kuliah di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN).

Dia adalah wanita yang selalu ceria, hampir tidak pernah aku mendengar dia mengeluh, bahkan sampai tadi pagi pun dia bercerita tentang derita yang menimpa suaminya tutur bicara masih menampakan ketegaran.


Baca juga : Mengharukan!!... Tanpa Sanak Saudara Bocah 3 Tahun Ini Tabah Merawat Ibunya Seorang Diri. Ribuan Orang Menangis Baca Kisah Ini

Kilas balik, dia bercerita setahun yang lalu (2015) hampir bersamaan dengan kelahiran putra pertamanya yang lucu dan sehat di waktu yang hampir bersamaan suami nya mengeluhkan rasa sakit yang teramat sangat.

Setelah melakukan pengecekan ke dokter juga sempat di rawat di Rumah Sakit Sentosa Bandung dan Rumah Sakit Rotinsulu Bandung, dokter menyatakan bahwa suaminya di vonis mengidap penyakit TBC (TB-Paru), maag akut yang menyebabkan malnutrisi berat, dyspepsia, juga dehidrasi.
Sudah 1 tahun kondisi suaminya tidak ada perubahan bahkan semakin memburuk.

Untuk makan saja harus dihaluskan (diblender) terlebih dahulu lalu dimasukan melalui hidung dengan menggunakan selang karena mulutnya tertutup rapat sama sekali tidak  bisa membuka.


Selama pengobatan sejauh ini masih menggunakan BPJS akan tetapi ada juga biaya yang tidak ditanggung BPJS.

Selain itu pengobatan pun dilakukan dengan cara pengobatan herbal juga dibantu dengan rukiyah syar'i.

Adapun suaminya saat ini sedang tidak bekerja akan tetapi sahabatku lah yang bekerja dan pekerjaan sahabatku ini adalah guru les Bahasa Inggris.

Saat ini jumlah muridnya sangat sedikit sekali karena dia pun harus mengurus suaminya sehingga dia harus membatasi jumlah murid yang dia ajar.

Dengan demikian satu-satunya mata pencaharian hanya mengandalkan dari mengajar les Bahasa Inggris saja.


Baca juga : Ketika Seorang Pemulung Membelikan Kue Ulang Tahun untuk Istrinya ''Siapapun Yang Membacanya Pasti Menangis Bahagia''

Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan belum mencukupi diluar tanggungan BPJS juga biaya sehari-hari serta juga kebutuhan putra kecilnya yang masih berumur 15 bulan.

Dia sahabatku ...

TIDAK PERNAH SEKALIPUN MEMINTA UNTUK DIBANTU KARENA MEMANG PANTANG BAGINYA UNTUK MEMINTA
Sebab baginya doa dan support dari keluarga juga teman-teman adalah yang menguatkannya karena semakin banyak yang mendoakan semakin banyak pula kesempatan suaminya untuk sembuh.

Akan tetapi, jika teman-teman mau membantu secara materi akan sangat berarti untuk sedikit meringankan bebannya selain teman-teman membantu mendoakan kesembuhan suaminya.

Semoga Allaah membalas pengorbanan seorang istri yang mengurus suaminya secara sabar juga ikhlas dengan sebaik-baik balasan di dunia dan akhirat.

Postingan itu pun langsung dibanjiri komentar dan doa netizen yang diperuntukkan untuk Ganeshayu.


Baca juga : Ketika Air Mata Baginda Rasulullah SAW Mengalir. Anda Muslim? Harus Tau Kisah Ini

"Ini baru di sebut wanita Sholehah susah senang tetap setia kepada suaminya,,.. salut mba,..." tulis Muhammad Hisyam.

"Sampai menitikkan air mata.syafahallah u suaminya mbak ganesha," tulis Uswah Salisa.

"Semoga Allah mengangkat penyakit suami mu mbak nes...semoga mbak selalu diberi ketabahan dan keiatiqomahan yah mba," tulis Riza Muliarni Bunda Zabran.

"Istri yang luar biasa....semoga Allah segera mengangkat penyakit suaminya aamin," tulis Bunda Shakila. (*)




Sumber : http://solo.tribunnews.com/

Minggu, Januari 29

Mengejutkan !!...Gubernur Ini Masuk Daftar Orang-Orang Miskin

Mengejutkan !!...Gubernur Ini Masuk Daftar Orang-Orang Miskin
Mengejutkan !!...Gubernur Ini Masuk Daftar Orang-Orang Miskin

Menjadi pemimpin dalam sebuah wilayah pemerintahan tentu menjadi salah satu hal yang sangat membanggakan. Bahkan banyak di antara mereka yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan kursi di pemerintahan.

Pada era kini, jabatan tinggi menjadi salah satu modal untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Karena tidak bisa dipungkiri jika menduduki sebuah jabatan, pasti akan mendapatkan gaji yang sebanding dengan apa yang menjadi tanggungjawabnya. 


Namun tidak demikian dengan gubernur yang satu ini. Ia justru masuk dalam deretan masyarakat miskin yang harus mendapat bantuan. Hidupnya susah bahkan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Siapakah dia? Berikut ulasannya. 

Ternyata gubernur tersebut tidak hidup di zaman kini. Dia hidup pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Nama gubernur yang ternyata terdaftar ke dalam warga miskin itu ialah Said bin Amir al-Jumhi. Kisah ini bermula ketika khalifah Umar bin Khattab berniat untuk menggantikan gubernur Syam yang lama yaitu Muawiyah dengan Said. 

Berkatalah Umar kepada Said, “"Aku ingin memberimu amanah menjadi gubernur”. Akan tetapi pada awalnya Said menolak tawaran tersebut dengan alasan takut terjerumus ke dalam sebuah fitnah.

Said berkata, “Jangan kau jerumuskan aku ke dalam fitnah, wahai Amirul Mukminin. Kalian mengalungkan amanah ini di leherku kemudian kalian tinggal aku.”

Pada saat itu Umar mengira bahwa Said menginginkan gaji, akan tetapi hal tersebut dibantah oleh Said. Umar tetap bersikeras untuk menjadikan Said sebagai gubernur, maka untuk menunjukkan ketaatannya terhadap khalifah maka dirinya menerima permintaan tersebut dan diangkatnya ia menjadi gubernur. 

Hingga pada akhirnya berangkatlah said beserta keluarganya ke Syam untuk menjalankan amanah barunya. Pada suatu masa, Said terlilit sebuah kebutuhan yang memerlukan uang. Akan tetapi, di dalam rumahnya tidak ada uang pribadi yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Sementara itu di kota Madinah, Umar mendapatkan utusan yang berasal dari Syam. Mereka datang dengan tujuan untuk melaporkan beberapa kebutuhan dan urusan mereka sebagai rakyat yang dipimpin oleh khalifah Umar bin Khattab. 

Setelah menerima tamu tersebut, Umar berkata kepada mereka “Tuliskan nama-nama orang miskin di tempat kalian.”

Mereka pun menuliskan nama-nama orang miskin yang ada di kota Syam. Betapa terkejutnya Umar setelah menerima tulisan tersebut, sebab menemukan nama Said yang menjadi salah satu orang miskin di kota itu. 

“Apakah ini Said gubernur kalian?”

“Ya, itu Said gubernur kami.”

“Dia termasuk daftar orang-orang miskin?” tanya Umar lagi mempertegas.

“Benar, dan demi Allah sudah beberapa hari di rumahnya tidak ada api (tidak memasak).”

Mengetahui kenyataan tersebut membuat Umar menangis hingga janggutnya basah dengan air mata. Setelah itu, dirinya mengambi 1.000 dinar dan menaruhnya ke dalam kantong kecil seraya berkata, "Sampaikan salamku, dan katakan kepadanya, Amirul Mukminin memberi anda harta ini, supaya anda dapat menutup kebutuhan anda!”

Lalu, pulanglah utusan tersebut ke Syam dan mereka mendatangi Said dengan membawa kantong tersebut. Betapa terkejutnya Said saat mengetahui bahwa kantong yang diterimanya berisi uang dinar. Kemudian ia meletakkan uang tersebut dan menjauh sambil berkata, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," seolah-olah ia tertimpa musibah dari langit atau ada suatu bahaya di hadapannya.

Hal ini membuat sang istri keluar dengan wajah kebingungan sambil berkata “Ada apa, wahai Sa’id? Apakah Amirul Mukminin meninggal dunia?"

“Bahkan lebih besar dari itu,” timpal Sa'id.

“Apakah orang-orang Muslim dalam bahaya?”

“Bahkan lebih besar dari itu.”

“Apa yang lebih besar dari itu?”

“Dunia telah memasuki diriku untuk merusak akhiratku, dan fitnah telah datang ke rumahku.”

Istrinya berkata, “Bebaskanlah dirimu darinya.” Saat itu istrinya tidak mengetahui tentang uang-uang dinar itu sama sekali.

“Apakah kamu mau membantu aku untuk itu?” tanya Sa'id.

“Ya,” kata sang istri. Setelah mendapatkan jawaban dari sang istri, Said kemudian mengambil uang dinar tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong, lalu menyuruh sang istri untuk membagikannya kepada penduduk yang fakir. 

Tidak lama berselang, datanglah Umar ke negeri Syam tersebut untuk melihat keadaan. Ketika singgah di tempat tugas Said, betapa terkejutnya Umar mengetahui banyaknya keluhan dari rakyat mengenai kinerja dari gubernur mereka tersebut. 

Setelah mendengar aduan dari rakyat, maka Umar langsung mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut agar tidak berlangsung lama. Maka diadakanlah pertemuan akbar antara Said sebagai gubernur dengan rakyatnya yang merasa kecewa. 

“Ya Allah, jangan Engkau kecewakan prasangka baikku selama ini kepadanya (kepada Said),” kata Umar mengawali.

Umar kemudian bertanya di hadapan penduduk.

“Apa yang kalian keluhkan dari gubernur kalian?”

Mereka menjawab, “Ia tidak keluar kepada kami kecuali jika hari telah siang.”

“Apa jawabmu tentang hal itu, wahai Sa’id?” kata Umar.

Sa'id terdiam sebentar, kemudian berkata, “Demi Allah, sebenarnya aku tidak ingin menjawab hal itu. Namun, kalau memang harus dijawab, sesungguhnya keluargaku tidak mempunyai pembantu. Maka setiap pagi aku membuat adonan roti, kemudian menunggu sebentar sehingga adonan itu mengembang. Kemudian aku buat adonan itu menjadi roti untuk keluargaku, selesai itu aku berwudhu dan baru keluar rumah menemui penduduk.”

"Apa lagi yang kalian keluhkan darinya?” tanya Umar.

Mereka menjawab, “Sesungguhnya, ia tidak menerima tamu pada malam hari.”

“Apa jawabmu tentang hal itu, wahai Sa’id?”

“Sesungguhnya, Demi Allah, aku tidak suka untuk mengumumkan ini juga. Aku telah menjadikan waktu siang hari untuk rakyat dan malam hari untuk Allah Azza wa Jalla,” jawab Sa'id.

“Apa lagi yang kalian keluhkan darinya?” tanya Umar lagi.

Mereka menjawab, “Sesungguhnya ia tidak keluar menemui kami satu hari dalam sebulan.”

“Dan apa ini, wahai Sa’id?”

Sa'id menjawab, “Aku tidak mempunyai pembantu, wahai Amirul Mukminin. Dan aku tidak mempunyai baju kecuali yang aku pakai ini, dan aku mencucinya sekali dalam sebulan. Dan aku menunggunya hingga baju itu kering, kemudian aku keluar menemui mereka pada sore hari.”

“Apa lagi yang kalian keluhkan darinya?”

Mereka menjawab, “Ia sering pingsan, hingga ia tidak tahu orang-orang yang duduk di majelisnya.”

“Dan apa ini, wahai Sa’id?”

Sa'id menjawab, “Aku menyaksikan meninggalnya sohabat Khubaib bin Adi Al-Anshari di Mekah. Kematiannya sangat tragis di tangan orang-orang kafir Quraisy. Mereka menyayat-nyayat dagingnya kemudian menyalibnya di pohon kurma. Orang Quraisy itu meledek, “Khubaib, apakah kamu rela jika Muhammad sekarang yang menggantikanmu untuk disiksa?” Khubaib menjawab, “Demi Allah, kalau saya berada tenang dengan keluarga dan anakku, kemudian Muhammad tertusuk duri sungguh aku tidak rela.” Ketika itu aku masih dalam keadaan kafir dan menyaksikan Khubaib disiksa sedemikian rupa. Dan aku tidak bisa menolongnya. Setiap ingat itu, aku sangat khawatir bahwa Allah tidak mengampuniku untuk selamanya. Jika ingat itu, aku pingsan.”

Seketika itu Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan prasangka baikku kepadanya.”

Setelah mendengar jawaban tersebut, Umar kemudian memberikan uang sebanyak 1.000 dinar kepada Said. Ketika melihat uang tersebut, istrinya berkata kepada Said, “Segala puji bagi Allah yang telah membebaskan kami dari pekerjaan berat untukmu. Belilah bahan makanan dan sewalah seorang pembantu."

Akan tetapi, bukannya mengikuti anjuran dari istrinya, Said justru menyuruh istrinya untuk membagikan uang tersebut kepada orang yang lebih membutuhkan. Seperti kepada janda, anak yatim, orang-orang miskin dan fakir. 

Demikianlah informasi mengenai nama gubernur yang termasuk dalam daftar orang miskin pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Meskipun Said menjabat sebagai gubernur, akan tetapi ia lebih memilih membiarkan dirinya hidup dalam kemiskinan daripada harus memakan uang rakyatnya. Tidak hanya itu, ia juga sosok yang senantiasa mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingannya sendiri.


[sumber]

Inilah 7 Kisah Ajaib Dalam Alquran di Luar Nalar

Inilah 7  Kisah Ajaib Dalam Alquran di Luar Nalar
Inilah 7  Kisah Ajaib Dalam Alquran di Luar Nalar

Alquran merupakan kitab yang berisi firman Allah SWT dan disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain peringatan dan kabar gembira, Allah SWT juga menceritakan kisah masa lalu agar menjadi pelajaran bagi umat.

Tidak hanya zaman Nabi Muhammad, kisah-kisah yang dikabarkan Allah juga berasal sejak zaman Nabi Adam as, bahkan sebelum penciptaan alam semesta. Beberapa kisah berikut ini tidak bisa dipahami oleh nalar manusia.


Mulai dari makanan yang turun dari langit, hingga kisah Nabi Ibrahim yang tubuhnya tidak terbakar api. Kejadian ajaib tersebut merupakan tanda kebesaran Allah yang yakin pada kekuasaan Sang Pencipta. Berikut tujuh kisah ajaib dalam Alquran di luar nalar. 

1. Makanan yang Turun Dari Langit
Kisah ajaib pertama adalah ketika Allah SWT menurunkan makanan lezat untuk pengikut Nabi Isa AS. Kisah ini terjadi ketika Nabi Isa dan kaumnya harus menghadapi tantangan dari Bani Israil yang menyimpang dari ajaran Taurat. Nabi ini kemudian melakukan dakwah ke berbagai tempat yang penuh dengan bahaya dan ancaman. 

Hal ini membuat Nabi Isa dan pengikutnya kesulitan dalam mendapatkan bahan makanan dan sering mengalami kelaparan.  Akhirnya diantara pengukutnya ada yang berkata:

“Ya Isya putra maryam, dapatkan Tuhan menurunkan makanan dari langit untuk kita?” 

Hal ini tidak langsung disetujui oleh Nabi Isa. Ia meminta pengikutnya agar tidak berharap mukjizat dan terlebih dahulu berusaha. Namun pengikutnya mengatakan jika makanan itu hanya untuk kemantapan hati, agar mereka bisa menjalani dakwah dengan baik dengan makanan tersebut.

Penjelasan ini masuk akan bagi Sang Nabi, akhirnya Nabi Isa berdoa kepada Allah. Kisah ini diabadikan dalam Quran Surat Almaidah 112-115 yang artinya: 

112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?.” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.” 113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.” 114. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama.” 115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.” (Q.S Almaidah 112-115). 

2. Hidup Kembali Setelah Meninggal Selama 100 Tahun
Kisah ini juga tidak bisa dicerna oleh nalar manusia. Namun tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Kisahnya diceritakan Allah dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 259. 

Adalah Uzair, Ia melihat sebuah negeri yang hancur dan begitu banyak mayat pasukan yang bergelimpangan. Melihat pemandangan itu, Uzair lantas berpikir, bagaimana bisa Allah SWT kembali membangkitkan orang-orang yang sudah mati ini pada hari kiamat nanti. Ternyata pikirannya ini membuatnya mengantuk lalu tidur dibawah sebatang pohon. 

Ketika bangun, Uzair tidak lagi melihat pemandangan mayat hidup yang sebelumnya. Kini kondisinya berubah dengan orang yang lalu lalang dalam sebuah pasar. Tiba-tiba,terdengar suara yang bertanya sudah berapa lama Ia di sana? Uzair menjawab bahwa Ia hanya tertidur satu atau setengah hari. 

Namun, suara itu menjawab bahwa Uzair telah wafat selama 100 tahun, kemudian dihidupkan lagi atas kehendak Allah. Tidak hanya itu, Allah juga memperlihatkan bagaimana kuasanya Dia menyusun kembali tulang belulang keledai Uzair yang telah mati. Kisah ini menjadi bentuk kekuasaan Allah, bagi umat-umat selanjutnya. 

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3. Nabi Ibrahim AS Tidak Terbakar Api
Kisah diluar nalar lainnya adalah ketika Nabi Ibrahim AS tidak terbakar saat berada dalam kobaran api.  Saat itu, Nabi Ibrahim menjalani kehidupan pada pemerintahan Raja Namrud, penyembah berhala. 
Saat itu, Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh Raja Namrud. Mendapati Berhala yang dianggap Tuhan dihancurkan, membuat Raja Namrud pun berang. Ia bertanya kepada Nabi Ibrahim siapa yang menghancurkan berhala-berhala tersebut.

Sang Nabi pun kemudian mengatakan bahwa yang menghancurkan berhala tersebut adalah berhala yang paling besar. Pasalnya Nabi Ibrahim meletakkan senjata yang Ia bawa di leher berhala tersebut.

Namun hal ini tidak dipercaya oleh Raja Namrud. Mengingat sang Raja juga sadar jika berhala berhala tersebut tidak mampu berbuat apa-apa. Raja kemudian memerintahkan pasukannya untuk menyiapkan kayu bakar untuk membakar nabi Ibrahim.

Di tengah kobaran api tersebut, tubuh Nabi tidak terluka sedikitpun.Pasalnya Allah sudah memerintahkan api agar tidak melukai salah satu Nabi kesayangannya tersebut. Ini dijelaskan Allah dalam surah Al Anbiya: 69 “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”

4. Burung yang Telah Hancur Hidup Kembali
Kisah ini terjadi pada masa jaman Nabi Ibrahim AS. Ketika itu, penduduk selalu mengejek Nabi karena mereka meragukan bahwa nantinya manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat.

Hal ini dianggap tidak masuk akal mengingat pada saat itu tubuh hanya tinggal tulang belulang. Ternyata cemoohan ini membuat Nabi Ibrahim gundah. Nabi pun kemudian bertanya kepada Allah, tentang bagaimana cara Allah menghidupkan manusia yang sudah lama mati.

Kisah Ibrahim menyaksikan Allah menghidupkan burung yang telah hancur dan mati itu disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 260

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al Baqarah ayat 260)

5. Nabi Musa membelah laut Merah
Kisah di luar nalar lainnya adalah ketika Nabi Musa AS membelah laut merah untuk menghindari diri dari kejaran Raja Fir’aun. Saat itu, Nabi Musa mengajak pengikutnya untuk hijrah dari Mesir untuk menghindari Raja yang mengaku Tuhan tersebut.  Namun Raja Fir’aun mengejar mereka dengan persenjataan lengkap. Tujuannya untuk menghancurkan dan membunuh Musa beserta pengikutnya itu.

Sampailah Nabi Musa di tepi Laut Merah, namun yang ada hanyalah jalan buntu. Semua panik, termasuk Nabi Musa. Ia kemudian berdoa kepada Allah untuk meminta petunjuk. Allah kemudian memerintahkan Nabi Musa untuk memukul tongkatnya ke permukaan laut. Kemudian lautpun menyurut, seolah memberikan kesempatan bagi Musa dan pengikutnya untuk berjalan di atasnya.

Mereka kemudian menlewati jalan ditengah lautan surut tersebut. Ternyata Raja Firaun mengikutinya dari belakang. Sesampainya mereka di ujung Laut Merah, pasukan Fir’aun berada di tengah-tengah. Allah kemudian memeintahkan Nabi Musa untuk lagi memukul tongkatnya di permukaan laut. Seketika air laut kembali memenuhi jalanan yang sudah mereka lalu. Dan pasukan Fir’aun yang masih berada di tengah lautan itu tenggelam.  Peristiwa Musa membelah laut merah dan menenggelamkan Fir’aun ditengah laut merah itu disebutkan dalam surat Thaha 77-78 :

77. Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam).” 78. Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.

6. Nabi Sulaiman Mengendarai dan Mengendalikan Angin
Kisah ajaib dan menakjubkan selanjutnya adalah kisah Nabi Sulaiman yang mampu mengendalikan angin. Kemampuan Nabi Sulaiman ini membuatnya mampu pergi kemana pun yang Ia mau. Kisah ini disebutkan dalam Surat Shad 36-38.

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya37. dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam 38. dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.” (Q.S Shad:36-37).

Kemampuan nabi Sulaiman mengendarai angin ini  telah Allah ajarkan pada manusia dizaman modern ini. Mereka diberi kamampuan membuat pesawat terbang yang mampu membawa mereka mengendarai angin kemana saja dengan kecepatan menakjubkan seperti yang sudah dilakukan nabi Sulaiman itu.

7. Istana Ratu Bulqis Pindah Ribuan Kilometer dalam Sekejap Mata
Kisah ajaib ini masih terjadi pada zaman Nabi Sulaiman AS, ketika Nabi ingin memindahkan Istana Ratu Bulqis. Ia mengumpulkan para pembesarnya dari kalangan jin dan manusia. Peristiwa tersebut disebutkan dalam surat An Naml 38-40.

38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” 39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” 40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

Coba bayangkan, ditengah kecanggihan teknologi seperti saat ini, belum ada yang mampu mengalahkan kecanggihan Nabi Sulaiman menghadirkan Singgasana Ratu Bulqis dalam sekejap mata. 


[sumber]

Setelah Seratus Tahun Meninggal, Pria Ini Dihidupkan Lagi. Apa Yang Terjadi ?

Setelah Seratus Tahun Meninggal, Pria Ini Dihidupkan Lagi. Apa Yang Terjadi ?
Setelah Seratus Tahun Meninggal, Pria Ini Dihidupkan Lagi. Apa Yang Terjadi ?

Pada hari kiamat nanti, manusia yang sudah meninggal akan dibangkitkan kembali. Kondisinya pun utuh seperti saat hidup seperti sekarang ini. Bani Adam dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menjalani pengadilan dari Allah SWT berdasarkan amal yang dilakukan selama hidup.

Namun kebenaran yang disampaikan dalam Alquran ini tetap saja diragukan. Alasannya, bagaimana mungkin jasad yang hanya tinggal tulang-belulang ini bisa kembali tersusun rapi. Sungguh diluar akal dan tidak bisa dipercayai.


Hal ini pula yang terlintas dibenak seorang pria berikut ini. Namun Allah Maha bijaksana dengan menjawab keraguan pria tersebut. Ia dibangkitkan setelah mengalami kematian selama seratus tahun. Kisahnya menjadi pelajaran bagi umat bahwa yang demikian itu sangat mudah bagi Allah. Siapa pria tersebut, dan bagaimana kisahnya? Berikut ulasannya. 

Pria ini masuk dalam deretan kisah dalam Alquran yang tidak bisa dicerna dengan nalar. Allah SWT menjelaskannya dalam surat Al-Baqarah:259 berikut ini. Akan mudah bagi orang beriman untuk mempercayai bahwa kisah ini nyata adanya, namun tidak demikian dengan mereka yang selalu menolak dan menyangkalnya.

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: ‘Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?’ Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: ‘Berapa lama kamu tinggal di sini?’ Ia menjawab: ‘Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.’ Allah berfirman: ‘Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledaimu telah menjadi tulang belulang; Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian Kami menutupnya kembali dengan daging.’ Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: ‘Saya yakin babwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.’” (QS. Al-Baqarah: 259).

Pria tersebut bernama Uzair. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Abi Hatim yang diriwayatkan dari Ali bin Thalib, Qatadah, Abdullah bin ‘Abbas, al-Hasan dan as-Suddi. Saat itu, Baitul Maqis tempatnya tinggal diserang oleh Raja Bukhtanashar. Wilayah ini porak poranda disertai dengan kematian banyak bala tentaranya.

Kemudian datanglah Uzair bersama keledainya melihat kondisi itu. Ia memperhatikan sekelilingnya dan melihat bagaimana mayat-mayat bergelimpangan. Dalam hatinya, mayat ini nantinya akan hancur dimakan tanah dan hanya menyisakan tulang belulang. 

“Bagaimana Allah menghidupkan mereka setelah hancur?” Mungkinkah hal ini terjadi sedangkan nantinya mayat-mayat ini akan rata bersama tanah?

Ketika memikirkan itu, tiba-tiba Uzair tertidur di bawah sebuah pohon. Pada saat itulah mukjizat Allah terjadi. Setelah bangun, Uzair mendapati kota yang sudah hancur tadi tertata kembali dengan rapi. Sekelilingnya pun sudah berubah dengan kondisi orang yang ramai lalu lalang.

Uzair pun merasa begitu heran, Ia merasa baru tertidur tidak lama namun kenapa kemudian keadaan menjadi berubah total seperti ini. Lalu terdengarlah suara yang bertanya kepadanya. Suara tersebut tidak lain adalah Allah SWT “  

“Berapa lama kamu tinggal di sini?”

Maka ia menjawab, “Aku telah tinggal di sini satu atau setengah hari.”

Allah SWT kemudian berkata, “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya”

Uzair diperintahkan agar melihat sekelilingnya. Bagaimana makanan dan minumannya, serta keledai juga sudah mati dan menjadi tulang belulang. Pada saat itu juga, Allah menunjukan bagaimana mudahnya Dia mengumpulkan tulang belulang keledai yang sudah mati tersebut, menjadi keledai yang utuh dan hidup seperti sedia kala. 

Sebab itu pula, keraguannya akan kebangkitan setelah mati seketika sirna. Katanya penuh kemantapan, “Aku yakin bahwa Allah Mahakusa atas segala sesuatu.”

Kisah ini menjadi pelajaran bagi manusia. Seperti kata Allah dalam firman-Nya “Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia” Dia menjadikan kisah Uzair ini, sebagai tanda kekuasaan-Nya bagi manusia.


[sumber]

Astaghfirullah!!...Inilah Kisah Gadis Pemesan Kamar di Neraka Jahanam

Astaghfirullah!!...Inilah Kisah Gadis Pemesan Kamar di Neraka Jahanam
Astaghfirullah!!...Inilah Kisah Gadis Pemesan Kamar di Neraka Jahanam

Neraka merupakan tempat pembalasan bagi orang-orang yang di selama hidupnya berbuat dosa atau maksiat. Di tempat ini, manusia akan disiksa dengan balasan yang amat pedih sesuai dengan perilakunya selama di dunia.

Tentu saja hal tersebut membuat semua orang merasa takut akan hari pembalasan dari Allah. Bahkan banyak orang yang kemudian berlomba-lomba untuk mengerjakan amalan kebaikan dan menjauhi segala hal yang bisa berakibat dosa bagi dirinya. 


Namun ternyata ancaman akan pedihnya siksaan neraka tersebut tidak membuat seorang gadis di Mesir merasa takut. Ia justru memesan satu kamar di neraka jahaman. Sebenarnya apa yang terjadi? Berikut kisah selengkapnya. 

Kisah tersebut bermula pada suatu hari, seorang gadis berusia sekitar 20 tahun di Mesir menaiki bis mini yang bertujuan ke wilayah Iskandariah. Ternyata, meskipun tempat ia tinggal terkenal dengan tradisi keislaman namun ia menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat dan justru menyolok mata. Hal ini dikarena gadis tersebut sudah terpengaruh dengan cara hidup Barat. 

Pakaian yang dikenakannya itu agak tipis dan terlihat seronok, sehingga memperlihatkan bagian yang seharusnya disembunyikan dari pandangan orang yang bukan mahramnya. Tentu saja pemandangan seperti ini mengganggu dan tidak membuat nyaman bagi orang lain. 

Hal ini juga dirasakan oleh seorang tua yang rambutnya sudah beruban. Merasa risih dengan menampilan si gadis, orang tua tersebut menegurnya. Dengan berkata “Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih balk daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki” nasihat orang tua tersebut.

Akan tetapi, bukannya sadar dengan kesalahan yang telah dilakukannya si gadis itu justru memberikan jawaban dengan nada mengejek. 

“Siapalah kamu hal orang tua? Apakah di tangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka?” 

Perkataan menyakitkan tersebut tentu saja mengiris hati yang mendengarnya. Setelah mengatakan hal itu, si gadis tertawa. Tidak hanya itu, ia juga mencoba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua yang memberikan nasihat kepadanya seraya berkata.

“Ambil handphone ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahanam untukku,” katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh. Ia tidak menyadari bahwa dirinya baru saja mempertikaikan hukum Allah dengan cara yang begitu biadab. 

Mendengan jawaban yang demikian membuat si orang tua sangat terkejut. Bagaimana bisa gadis manis sepertinya memiliki kelakuan yang demikian? Penumpang lainnya pun hanya diam sambil menggelengkan kepala karena kebingungan. 

Sepuluh menit kemudian bis pun tiba di perhentian. Gadis yang berpakaian tidak pantas dan permulut pedas itu didapati sedang tertidur di muka bis. Hal ini lantas membuat si pemandu bis dan para penumpang membangunkannya. Akan tetapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. 

Kemudian tiba-tiba orang tua tadi yang berdebat dengan gadis tersebut memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian ia menggelengkan kepala seraya berkata, “Gadis itu telah kembali menemui Robbnya dalam keadaan yang tidak disangka”. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana yang penuh kecemasan tersebut tiba-tiba tubuh si gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang pun bergegas untuk menolong jenazah. Akan tetapi hal yang sangat aneh terjadi yakni mayat si gadis menjadi hitam seorang dibakar api. 

Dua atau tiga orang pun mencoba mengangkat mayat tersebut, namun alangkah terkejutnya mereka karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar menyentuh tubuh si mayat. Hal ini membuat mereka akhirnya memanggil pihak keamanan untuk mengurusi jenazah si gadis malang tersebut. 

Apakah ucapan gadis di dalam bus untuk memesan kamar di neraka jahanam tersebut dikabulkan Allah? 

Demikianlah informasi mengenai kisah gadis pemesan kamar di neraka jahaman. Semoga kisah di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mempertikaikan segala hal yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebab Allah menyediakan siksaan yang amat pedih bagi yang mengingkarinya.


[sumber]

Inilah Orang-Orang yang Pernah Bertempur Dengan Jin

Inilah Orang-Orang yang Pernah Bertempur Dengan Jin
Inilah Orang-Orang yang Pernah Bertempur Dengan Jin

Jin merupakan salah satu makhluk Allah SWT yang diciptakan dari api. Agak berbeda dari mahluk lainnya, selain memiliki sifat fisik yang berbeda jin juga dapat berubah dalam wujud yang mereka inginkan.

Jin menjadi salah satu makhluk yang harus diwaspadai, sebab ia bisa menjadi salah satu faktor penggoda manusia agar melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Godaan ini mampu mejerumuskan manusia ke dalam api neraka di akhirat kelak


Maka dari itu kita harus berperang melawan segala godaan makhluk yang satu ini. Ternyata tidak hanya kita, bahkan sejak zaman dahulu sudah ada orang-orang yang sudah bertempur melawan jin ini. Siapa sajakah mereka? Berikut informasi selengkapnya. 

1.  Rasulullah Bertempur dengan Jin Ketika Sholat

Orang pertama yang bertempur melawan jin adalah Rasulullah SAW. Beliau melawan makhluk laknat ini ketika tengah melaksanakan shalat. Saat sedang melaksanakan shalat, Rasulullah SAW diganggu oleh jin yang ingin merusak kekhusyukkannya. Lantas apa saja yang dilakukan beliau untuk memeranginya? Hal tersebut tertuang dalam sabda Rasulullah SAW.

Artinya: “Sesungguhnya syetan merintangiku dan berbuat kasar kepadaku untuk merusak shalatku, namun aku diberi kekuatan oleh Allah untu mengalahkannya hingga aku pun mencekiknya. Sungguh muncul dalam diriku keinginan untuk mengikatnya pada salah satu tiang dimasjid hingga pagi agar kamu dapat menyaksikannya. Namun tiba tiba aku teringat ucapan saudaraku, Sulaiman, "Ya Tuhanku ampunilah aku dan berikanlah aku kerajaan yang tak layak buat seorangpun sesudahku" (QS Shad:35, Sy). Maka Allah pun menolaknya dalam kehinaan ". (HR Al Bukhari dan Muslim)

Bahkan ada sebuat riwayat yang menyatakan bahwa ketika Rasulullah shalat dan setan datang, lantas beliau memegang, menjatuhkan dan mencekiknya. Rasulullah SAW bersabda:

'Hingga aku merasakan dingin lisannya di atas tanganku. Kalau bukan karena doa nabi Sulaiman  niscaya ia tetap diikat hingga orang-orang melihatnya.'

Dan diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari hadits Abu Sa'id t, dan padanya: 'Aku menurunkan tanganku, aku tetap mencekiknya hingga aku merasakan dingin air liurnya di antara dua jemariku ini yaitu jempol/ibu jari dan yang di sampingnya (telunjuk).'

"Rasulullah SAW berdiri melakukan shalat lalu kami dengar beliau mengatakan "Aku berlindung kepada Allah darimu". Setelah itu beliau mengatakan: "Aku melaknat kamu dengan laknat Allah" sebanyak tiga kali seraya menjulurkan tangannya seakan akan beliau menggapai sesuatu. Ketika beliau telah selesai shalat, kami bertanya: "Ya Rasulullah, tadi kami mendengar engkau mengucapkan kata - kata yang belum pernah kami dengar dari engkau mengucapkan itu sebelumnya dan kami pun melihat engkau mengulurkan tanganmu". Rasullullah SAW bersabda: "Sesungguhnya musuh Allah, iblis datang membawa obor api hendak diletakkan diwajahku, lalu aku berkata: "Aku laknat engkau dengan laknat Allah yang sempurna". maka iblispun mundur sebanyak tiga langkah. Aku bermaksud menangkapnya. Demi Allah sekiranya bukan karena doa saudaraku Sulaiman, niscaya pagi harinya ia benar - benar terikat dan dapat dijadikan mainan anak - anak Madinah". (HR Muslim)

2. Ubay Bin Kaab dan Abu Hurairah Menangkap dan Mengintrogasi Jin Pencuri
Kisah kedua orang yang juga bertempur dengan jin adalah Ubay bin Kaab dan Abu Hurairah. Dahulu Ubay bin Kaab memiliki suatu wadah untuk mengeringkan kurma, dalam wadah tersebut terdapat biji kurma. Akan tetapi, pada suatu hari ia menemukan bahwa biji tesebut berkurang. 

Mengetahui hal tersebut, akhirnya ia berjaga setiap malam. Pada suatu malam, ketika ia tengah menjaga wadah biji kurma tersebut muncullah satu makhluk seperti seorang anak yang sudah baligh. Ia memberi salam, akan tetapi anak tersebut tidak menjawabnya. Lantas ia bertanya.

“Engkau manusia atau jin?” Makhluk itu menjawab, “Jin.” Aku berkata“ Perlihatkanlah tanganmu!” Ternyata tangan itu adalah tangan anjing dan rambutnya pun rambut anjing. Aku berkata, “Beginikah bentuk jin?” Jin itu menjawab, “Engkau telah mengenal bentuk jin,tetapi diantara mereka ada lagi yang lebih menakutkan dariku.”Aku bertanya, “Mengapa engkau mencuri?” Jin itu menjawab, “Aku mendengar bahwa engkau adalah orang yang gemar bersedekah, karena itu, aku ingin mendapatkan sebagian dari makananmu.” Aku bertanya, “Apa yang dapat menghalangi kalian (golongan jin) dari mengganggu kami?” Jin itu menjawab, “Ayat Kursi.” Setelah itu, akupun meninggalkannya, dan keesokan harinya aku mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan perihal tersebut. Lalu beliau Rasul bersabda, “Makhluk buruk berkata benar”. (HR Ibnu Hibban)

Tidak hanya Ubay bin Kaab, kisah bertempur melawan jin juga berasal dari salah satu Rasulullah SAW Abu Hurairah. Ia menceritakan bahwa ia ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga zakat pada bulan Ramadhan. 

Pada suatu malam, dirinya kedatangan seseorang yang merangkah untuk mengambil makanan. Lalu, Abu Hurairah menangkanya sambil berkata, Pada suatu malam ia kedatangan seorang yang merangkak untuk mengambil makanan. Abu Hurairah menangkapnya sambil berkata, 

"Demi Allah, engkau pasti kubawa kepada Rasulullah SAW." yang ditangkap itu berkata, "Aku perlu dan aku mempunyai anak-anak (keluarga)." Maka, Abu Hurairah melepaskannya. Peristiwa serupa terulang, dan pada malam ketiganya Abu Hurairah berkeras membawanya kepada Rasulullah SAW. Yang ditangkap itu mengimbau sambil mengajarkan kepada Abu Hurairah agar membaca ayat kursi sebelum tidur supaya terpelihara dari gangguan syaitan. Keesokan harinya Nabi SAW. bertanya kepada Abu Hurairah apa yang dialaminya semalam, dan setelah dijelaskannya, Nabi SAW. bersabda, "Sesungguhnya ia telah berucap benar kepadamu, walau sebenarnya dia pembohong. Tahukah engkau siapa yang engkau ajak berbicara sejak tiga malam?" "Tidak!" (jawab Abu Hurairah). Sabda Nabi SAW., "Itulah syaitan."

3. Khalid bin Walid membunuh Jin Uzza
Kisah selanjutnya berasal dari Khalid bin Walid yang membunuh jin bernama Uzza. Dari Abu Al-Thufail, beliau bercerita, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaklukkan kota Mekah, beliau mengutus Khalid bin al Walid ke daerah Nakhlah, tempat keberadaan berhala ‘Uzza. Akhirnya Khalid mendatangi ‘Uzza, dan ternyata ‘Uzza adalah tiga buah pohon Samurah.

Khalid pun lantas menebang ketiga buah pohon tersebut. Ketiga buah pohon tersebut terletak di dalam sebuah rumah. Khalid pun menghancurkan bangunan rumah tersebut. Setelah itu Khalid menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan melaporkan apa yang telah dia kerjakan. Komentar Nabi, ‘Kembalilah karena engkau belum berbuat apa-apa.’ Akhirnya kembali. Tatkala para juru kunci ‘Uzza melihat kedatangan Khalid, mereka menatap ke arah gunung yang ada di dekat lokasi sambil berteriak, “Wahai ‘Uzza. Wahai ‘Uzza.” Khalid akhirnya mendatangi puncak gunung, ternyata ‘Uzza itu berbentuk perempuan telanjang yang mengurai rambutnya. Dia ketika itu sedang menuangkan debu ke atas kepalanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Khalid pun menyabetkan pedang ke arah jin perempuan ‘Uzza sehingga berhasil membunuhnya.

Setelah itu Khalid kembali menemui Nabi dan melaporkan apa yang telah dia kerjakan. Komentar Nabi, “Nah, itu baru ‘Uzza.” (HR. An-Nasa’I, Sunan Kubro no. 11547, jilid 6 hal. 474, terbitan Darul Kutub Ilmiyyah Beirut, cetakan pertama 1411 H.)

4. Ammar bin Yasir berkelahi dengan jin lalu membunuhnya
Kisah terakhir berasalah dari Ammar bin Yasir yang berkelahi dengan jin lalu membunuhnya. Al-imam Baihaqy meriwayatkan sebuah hadits dari al-Hasan, bahwasanya 'Ammar bin Yasir berkata,"Aku ikut bersama Rasulullah SAW pernah memerangi jin dan manusia." Seseorang bertanya kepadanya tentang memerangi jin, dan 'Ammar bin Yasir menjawab,"Rasulullah SAW mengirimku ke suatu sumur tempat beliau SAW mengambil air. Lalu aku melihat setan dalam bentuknya. Dia menyerangku dan akupun menyerangnya, sehingga kami terlibat dlm pergulatan. Suatu saat aku menghantam hidungnya dgn batu sekepalan tangan yg kutemukan." Nabi SAW mengatakan,"Ammar bertemu dgn setan di sumur, dn dia membunuhnya." Ketika aku kembali, Rasulullah SAW bertanya kepadaku, dn akupun menceritakan apa yg kualami. Saat itu Abu Hurairah ra berkata,"Ammar bin Yasir mendapat pahala dari Allah dgn mengalahkan setan menurut ucapan Rasulullah SAW."

Demikianlah informasi mengenai orang-orang yang bertempur dengan jin. Ketahuilah bahwasanya jin itu bisa berubah wujud menjadi apa saja untuk menggoda manusia. Maka dari itu, kita harus senantiasa memohon perlindungan dari Allah agar terbebas dari godaan jin yang terkutuk tersebut.


[sumber]